“Ilmu teologi harus membuat kita semakin peka melihat persoalan manusia, dan iman harus membuat kita berani mengambil bagian untuk menyelesaikannya,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan terbesar pendidikan teologi bukan hanya melahirkan orang yang mampu berbicara tentang Tuhan, tetapi membentuk pribadi yang mampu memperlihatkan nilai-nilai iman melalui karakter dan tindakan.
Karena itu, ia mendorong para peserta KNMTI untuk tidak menjadikan forum nasional tersebut sekadar ruang bertukar gagasan. Berbagai persoalan yang mereka temui di masyarakat, menurutnya, harus menjadi bagian dari proses belajar dan refleksi untuk melahirkan model pelayanan yang lebih kontekstual. “Manfaatkan masa belajar ini dengan baik, tidak hanya di dalam ruang kuliah, tetapi juga belajar dari kehidupan nyata di tengah masyarakat,” katanya.
Jeffry juga mengingatkan mahasiswa mengenai tantangan baru di ruang digital. Perkembangan teknologi informasi, menurutnya, membawa banyak manfaat, tetapi juga dapat menjadi ruang berkembangnya hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai perilaku negatif.
“Handphone-nya pintar, tetapi jangan sampai yang memegangnya tidak bijak,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda, termasuk mahasiswa teologi, mampu menggunakan teknologi untuk menyebarkan kebaikan, memperkuat persaudaraan, dan membangun kehidupan sosial yang lebih sehat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
