Di sinilah pentingnya semangat nasionalisme yang sejati, bukan nasionalisme sempit yang eksklusif, tetapi nasionalisme inklusif yang mengakui dan merayakan keberagaman.
Denny JA dalam puisinya menulis:
“Mereka memahat impian dari luka dan air mata
Menjahit setiap perbedaan dalam simpul kuat.”
Ungkapan ini menegaskan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekayaan. Keindonesiaan kita adalah mozaik yang terdiri dari suku, ras, agama, dan golongan.
Justru karena itulah Indonesia menjadi unik dan kuat. Maka, tugas kita adalah menjaga dan memperkuat simpul-simpul perbedaan itu agar tidak tercerai berai oleh kepentingan sesaat.
Belajar dari Sejarah, Menata Masa Depan
Puisi ini ditutup dengan refleksi mendalam:
“Sejarah memberinya memori
Negara memberinya identitas
Tanah air memberi rumah untuk pulang.”
Bait ini adalah pengingat bahwa Indonesia bukanlah sesuatu yang hadir tiba-tiba, melainkan hasil perjuangan panjang. Tanah air adalah rumah, tempat kita berpulang.
Dan rumah ini hanya bisa tetap kokoh jika kita semua turut menjaga pondasinya: rasa cinta, tanggung jawab, dan gotong royong.
Sebagai generasi penerus, kita memiliki tugas moral untuk meneruskan perjuangan tersebut, tentu dengan cara dan strategi sesuai zaman.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
