Luka Lama: Korupsi dan Impunitas
Budaya impunitas masih menghantui. Kasus Ferdy Sambo pada 2022 menjadi bukti gamblang bagaimana kekuasaan bisa disalahgunakan di internal kepolisian. Walau vonis berat dijatuhkan, kasus itu menelanjangi rapuhnya sistem pengawasan Polri.
Sayangnya, problem serupa masih muncul. Pada awal 2025, laporan investigatif mengungkap dugaan keterlibatan perwira tinggi dalam jaringan narkoba dan praktik pemerasan. Hal ini menunjukkan bahwa reformasi internal belum menyentuh titik krusial: pembongkaran budaya patronase dan bisnis gelap di tubuh Polri.
Di dunia maya, publik mengekspresikan kekecewaan lewat tagar #SatuHariSatuOknum dan #NoViralNoJustice, seolah menyindir bahwa keadilan baru berjalan bila ada sorotan kamera.
Kasus Affan Kurniawan: Luka Baru bagi Publik
Di tengah belum sembuhnya luka lama, muncul kasus tragis yang menambah daftar panjang catatan kelam. Pada 28 Agustus 2025, seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan tewas setelah terlindas kendaraan taktis Brimob saat pengamanan demonstrasi di Pejompongan, Jakarta Pusat.
Peristiwa ini memicu gelombang kemarahan luas. Affan bukanlah demonstran, melainkan warga sipil yang kebetulan berada di lokasi. Bagi publik, kejadian ini bukan sekadar kecelakaan prosedural, tetapi simbol betapa jauhnya jarak antara polisi dan rakyat biasa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
