KUPANG, kabartimor.com–- Kepala BP3MI NTT Suratmi Hamida mengungkapkan sebanyak 911 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT dipulangkan dalam kondisi terkendala dalam tiga tahun terakhir.
Fakta tersebut ia sampaikan dalam rapat bersama Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris di Ruang Rapat Gubernur NTT, Kamis (24/9/2026).
“Dalam tiga tahun terakhir, sebanyak 911 PMI asal NTT dipulangkan dalam kondisi terkendala, baik sakit, terjerat kasus hukum, maupun meninggal dunia,” ujar Suratmi.
Suratmi merinci, kantong pemulangan terbesar berasal dari Flores Timur, Malaka, Timor Tengah Selatan (TTS), Ende, Lembata, Sikka, Belu, hingga Sumba.
Lebih jauh, ia mengungkapkan fakta pahit di balik angka pemulangan tersebut. Sebanyak 90 persen PMI asal NTT yang bermukim di Malaysia berstatus non-prosedural alias ilegal.
“Pola ini bukan baru. Sejak dekade 1930-an sudah berlangsung dan menjadi pola migrasi keluarga turun-temurun dari kakek ke cucu,” ungkapnya.
Suratmi menambahkan, sebagian besar jenazah PMI yang dipulangkan meninggal di luar fasilitas kesehatan akibat penyakit degeneratif seperti gagal ginjal akibat kerja paksa, kurang minum air putih, dan pola hidup tidak sehat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
