Indeks
Daerah  

Kapolda NTT Turun ke Sikka, Pastikan Penanganan Gempa Berjalan Maksimal

IMG 20260816 WA0355

KR – Kepolisian Negara Republik Indonesia bergerak cepat memperkuat penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko langsung turun ke Kabupaten Sikka bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan unsur Forkopimda Provinsi NTT untuk memastikan penanganan warga terdampak berjalan cepat dan terpadu.

Kapolda NTT bersama rombongan bertolak dari Kupang menuju Sikka pada Sabtu siang, 16/08/2026 menggunakan pesawat Polri CASA 212-200/P-4101. Pesawat lepas landas sekitar pukul 13.30 WITA.

Kehadiran langsung Kapolda di lokasi merupakan bagian dari upaya memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, sekaligus melihat kondisi lapangan dan mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi personel Polri dalam memberikan pelayanan kepada warga terdampak.

Setibanya di Sikka, Kapolda NTT bersama Gubernur dan Forkopimda langsung menuju Mapolsek Alok, Polres Sikka.

Rombongan menerima laporan perkembangan situasi, menemui masyarakat terdampak, sekaligus menyerahkan bantuan awal kepada sekitar 100 warga.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada 13 perwakilan masyarakat.

Kapolda NTT menegaskan, bantuan yang disalurkan merupakan tahap awal. Bantuan lanjutan akan segera dikirim menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kami bukan hanya sekadar datang. Kami hadir untuk memberikan bantuan dan meringankan beban masyarakat yang terdampak. Bantuan ini merupakan bantuan awal, dan bantuan selanjutnya akan segera dikirim,” ujar Irjen Pol. Rudi Darmoko.

Untuk mempercepat penanganan bencana, Polri juga menyiapkan perkuatan dari Mabes Polri yang akan diberangkatkan malam ini menggunakan pesawat charter dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Perkuatan tersebut akan mendukung jajaran Polda NTT dalam menangani berbagai kebutuhan di wilayah terdampak sesuai perkembangan situasi.

Adapun unsur perkuatan yang disiapkan terdiri dari:

100 personel Korbrimob Polri;

3 personel DVI;

3 personel Slog Polri;

Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri;

Personel Divhumas Polri.

Jumlah personel yang tergabung dalam Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri masih dalam proses pendataan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan setiap unsur memiliki tugas penting dalam memperkuat penanganan bencana.

Korbrimob akan mendukung respons dan pengamanan di lapangan. Tim DVI disiapkan untuk membantu proses identifikasi korban apabila diperlukan. Sementara Slog Polri memperkuat dukungan logistik dan sarana prasarana.

Di sisi lain, Biro Psikologi SSDM Polri akan memberikan layanan trauma healing kepada masyarakat yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana.

Divhumas Polri juga diterjunkan untuk memastikan komunikasi publik berjalan efektif agar masyarakat mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan bersumber dari pihak resmi.

“Perkuatan ini menunjukkan bahwa respons Polri dilakukan secara berlapis. Kami tidak hanya mengirim personel, tetapi juga kemampuan yang dibutuhkan untuk menjawab persoalan di lapangan,” kata Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Kebutuhan Dasar Warga Jadi Prioritas

Polri memastikan kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian utama dalam penanganan pascagempa. Fokus tersebut mencakup penyediaan makanan dan minuman, layanan kesehatan, evakuasi, keamanan lingkungan, akses menuju wilayah terdampak, hingga kelancaran distribusi bantuan.

Kadiv Humas Polri juga menyampaikan belasungkawa kepada seluruh masyarakat yang menjadi korban dan terdampak gempa.

“Polri menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa. Siang ini Kapolda NTT langsung terbang ke Sikka untuk memastikan kondisi masyarakat, melihat kebutuhan di lapangan, sekaligus memberikan semangat kepada anggota yang sejak awal sudah berada di lokasi untuk membantu masyarakat,” pungkasnya

Ia meminta seluruh jajaran di lapangan terus bergerak dengan semangat, mengedepankan empati, serta segera melaporkan setiap kendala yang membutuhkan dukungan tambahan.

Dalam situasi bencana, personel Polri tidak hanya dituntut menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan kesulitan warga.

“Kami minta seluruh anggota tetap semangat. Hadir di tengah masyarakat dengan empati, dengarkan apa yang mereka butuhkan, bantu semaksimal mungkin, dan segera laporkan apabila ada kendala yang membutuhkan perkuatan,” ungkap Johnny Eddizon Isir.

Menurut Isir, pendekatan kemanusiaan harus menjadi kekuatan utama pelayanan Polri selama masa tanggap darurat.

“Kita berduka bersama masyarakat. Karena itu, pendekatan yang kita kedepankan adalah kemanusiaan. Pastikan masyarakat merasa aman, terlindungi, dan tidak sendiri menghadapi musibah ini,”jelasnya

Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus memantau perkembangan situasi.

Seluruh sumber daya akan dioptimalkan untuk memastikan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi bantuan, pelayanan kemanusiaan, serta proses pemulihan masyarakat terdampak dapat berjalan cepat, terpadu, dan berkelanjutan. (**)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung

Exit mobile version