Dalam mewujudkan Deep Learning, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan lima kebijakan strategis, antara lain revitalisasi fisik satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kesejahteraan guru melalui beasiswa dan insentif, penguatan karakter melalui budaya ASRI dan Program Makan Bergizi Gratis, peningkatan mutu pembelajaran berbasis STEM, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus dan keluarga kurang mampu.
Keberhasilan berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan sangat bergantung pada tiga hal utama, yakni Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus.
“Tanpa ketiga hal tersebut, kebijakan pendidikan hanya akan berhenti pada tataran program dan formalitas yang diukur sebatas capaian angka-angka kuantitatif,” ujarnya.
Menutup amanatnya, Gubernur mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, demi melahirkan generasi Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.
Usai membacakan sambutan Menteri, Gubernur menegaskan bahwa momentum Hardiknas harus dimaknai sebagai penguatan kualitas sumber daya manusia di NTT melalui sektor pendidikan yang bertumpu pada tiga fokus utama, yakni akademik, karakter, dan penumbuhan jiwa kewirausahaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
