*Di Tengah Bencana, Pengawasan Tak Boleh Kendor
Besarnya bantuan datang ketika penanganan dampak gempa masih berlangsung dan kebutuhan masyarakat terus bergerak.
Data BPBD Provinsi NTT per 4 September 2026 mencatat:
130 orang meninggal dunia
96.385 warga mengungsi
99.568 rumah mengalami kerusakan
Selain itu, sebanyak 600 rumah ibadah, 2.633 sekolah, 673 kantor pemerintah, dan 663 fasilitas kesehatan turut terdampak.
Status tanggap darurat sendiri masih berlaku hingga 12 September 2026.
Aktivitas gempa susulan juga belum sepenuhnya berhenti. BMKG mencatat hingga 5 September 2026 pukul 05.00 WIB telah terjadi 12.438 kali gempa susulan.
Dari jumlah tersebut, 174 gempa dirasakan masyarakat dengan magnitudo terbesar 6,2. Sementara gempa dengan magnitudo di atas 5 tercatat sebanyak 36 kali.
Di tengah situasi tersebut, Melki menegaskan bahwa kecepatan penanganan dan pengawasan harus berjalan beriringan.
Rp20 miliar harus sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Jangan salah kelola, jangan salah sasaran, dan jangan sampai ada celah untuk disalahgunakan.
Sebab, di balik setiap rupiah bantuan itu, ada warga yang sedang menunggu rumahnya kembali berdiri. Ada fasilitas publik yang harus kembali berfungsi. Dan ada kehidupan yang perlahan harus kembali normal.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
