Di hadapan Bupati, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Yosep Sadi Open, Kepala Dinas PUPR Johanes Brechmans Tukan, Plt Camat Solor Barat Andreas Keban, Kades Nuhalolon Markus Keray, dan para penyuluh pertanian, Mariana Wele Tukan tak kuasa menahan haru.
Sekretaris Kelompok Tani Ole Wura itu tetap melanjutkan ceritanya. Suaranya sesekali tersendat oleh tangis ketika menceritakan perubahan yang mereka alami sejak sumur bor hadir di kawasan tersebut.
“Sebelumnya kami susah mendapatkan uang. Kadang satu bulan kami tidak mendapatkan seribu rupiah pun,” tuturnya.
“Dengan kehadiran sumur boor dan lahan pertanian ini, kami sangat bangga dan berterima kasih kepada Ama Bupati, telah mendukung kami pada lahan yang kering lahan yang berbatu-batu,” lanjut Mariana.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani dalam mengolah lahan pertanian selama ini.
“Dengan dukungnya Ibu Petronela serta rekan-rekan penyuluh, mereka sangat mendukungkan bagaimana mengolah tanah yang bebatu ini dan dapat menghasilkan tanaman yang subur dan berbuah pada saat ini,” katanya.
Mariana mengungkapkan hasil pertanian mulai dirasakan oleh anggota kelompoknya. Pendapatan yang diperoleh dari penjualan hasil panen telah dibagikan kepada para anggota.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
