Indeks
Daerah  

Flores Kembali Diguncang Gempa, 3.489 Susulan Tercatat oleh BMKG hingga 20 Agustus

IMG 20260820 WA0145

KR – Aktivitas gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlanjut setelah gempa utama berkekuatan M7,7 pada 15 Agustus 2026.

Hingga Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 3.489 aktivitas gempa bumi susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2. (BMKG)

Salah satu gempa yang cukup kuat kembali mengguncang Flores pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 05.45.20 WIB.

Berdasarkan pemutakhiran BMKG, gempa tersebut berkekuatan M5,8, dengan kedalaman 10 kilometer.

Episenter berada di koordinat 8,35° LS dan 120,63° BT, tepatnya di daratan sekitar 34 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.

Kabar pentingnya, hasil pemodelan BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. (BMKG)

Guncangan Paling Kuat Dirasakan di Manggarai

Dalam rilisan BMKG menyebut gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah Flores.

Di Kabupaten Manggarai, intensitas mencapai V–VI MMI.

Pada skala ini, getaran dapat dirasakan hampir seluruh penduduk, sebagian warga dapat terkejut dan berlari keluar rumah, sementara benda atau bagian bangunan yang rentan dapat mengalami kerusakan ringan.

Sementara itu, gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di Kabupaten Nagekeo, III–IV MMI di Kabupaten Manggarai Barat, serta III MMI di Kabupaten Sikka.

BMKG menjelaskan, intensitas tersebut merupakan hasil laporan masyarakat dan dapat berbeda sesuai kondisi lokasi serta karakter bangunan.

Dipicu Aktivitas Flores Back-Arc Thrust

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal.

BMKG mengaitkannya dengan aktivitas tektonik Flores Back-Arc Thrust, salah satu sistem tektonik aktif yang memengaruhi wilayah Flores dan sekitarnya.

Analisis mekanisme sumber untuk gempa M5,8 tersebut menunjukkan mekanisme sesar normal (normal fault).

Perlu dicatat, mekanisme gempa susulan dapat berbeda dengan mekanisme gempa utama. Karena itu, informasi setiap kejadian tetap perlu merujuk pada hasil analisis BMKG.

Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi

Gempa M5,8 tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitas setelah gempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026.

Dalam perkembangan terbaru, hingga 20 Agustus pukul 08.00 WIB, BMKG mencatat:

3.489 gempa susulan;

Magnitudo terbesar M6,2;

Magnitudo terkecil M1,1;

28 gempa berkekuatan di atas M5;

104 gempa susulan dirasakan masyarakat.

Angka tersebut menunjukkan aktivitas seismik Flores masih berlangsung.

Namun, BMKG menyebut grafik peluruhan mulai memperlihatkan pola penurunan aktivitas, sehingga gempa susulan diperkirakan masih dapat berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.

Dalam Beberapa Jam, Gempa Susulan Kembali Muncul

Selain gempa M5,8 pada pukul 05.45 WIB, sejumlah gempa lain juga tercatat di sekitar wilayah Ruteng pada pagi hari.

Data cepat BMKG mencatat antara lain gempa M4,5 pada pukul 06.20.13 WIB, berkedalaman 3 kilometer, kemudian M3,1 pukul 06.40.01 WIB dengan kedalaman 5 kilometer, M4,2 pukul 06.52.24 WIB dengan kedalaman 5 kilometer, serta M3,5 pukul 06.54.06 WIB dengan kedalaman 13 kilometer.

Data gempa cepat tersebut bersifat sementara dan dapat mengalami pemutakhiran seiring bertambahnya data seismik.

BMKG Minta Warga Tidak Panik

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BMKG.

BMKG menegaskan bahwa informasi terkait gempa dan potensi tsunami sebaiknya tidak bersumber dari pesan berantai atau media sosial yang tidak terverifikasi.

Untuk perkembangan terbaru, masyarakat dapat merujuk pada BMKG dan kanal informasi resmi BMKG.

Sumber: BMKG.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung

Exit mobile version