KR – Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) Komisi V, Inosensius Fredy Mui, menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang dihadapi organisasi sosial dan kelompok disabilitas di NTT.
Dalam pernyataannya, Fredy menegaskan pentingnya dukungan pendanaan, tempat yang layak, serta fasilitas umum yang ramah disabilitas.
“Yang pertama itu kan selalu soal pendanaan. Yang kedua, mereka tidak punya tempat. Program kegiatan untuk anggota juga banyak, tapi pendanaan sangat terbatas,” ujarnya pada Jumat, 11 April 2025.
Fredy juga menyayangkan kondisi infrastruktur pemerintah daerah yang belum inklusif.
Ia mencontohkan beberapa kantor Bupati di Kabupaten ada yang belum ramah bagi penyandang disabilitas.
“Ke kantor bupati saja susah, karena tidak ramah disabilitas. Minimal, secara kebijakan, setiap pembangunan harus memperhatikan aksesibilitas fasilitas umum, seperti Puskesmas dan toilet,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fredy mendorong agar program-program aspirasi DPRD dimanfaatkan untuk menyentuh langsung kelompok sosial, terutama mereka yang belum terdaftar secara resmi.
“Ada banyak organisasi sosial yang belum tentu terdaftar. Itu bisa diintervensi melalui program aspirasi DPRD,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara DPRD, pemerintah desa, dan dinas sosial untuk menyalurkan bantuan berbasis data lapangan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
