Meffi menjelaskan bahwa beberapa koleksi merupakan benda berusia ratusan tahun yang sangat rentan, sehingga membutuhkan peralatan dan ruang penyimpanan yang memenuhi standar konservasi.
Ia menambahkan bahwa museum telah menerima bangunan baru pada 2020 khusus untuk ruang koleksi, namun fasilitas lemari dan peralatan konservasi masih sangat terbatas.
Dalam wawancara pada Kamis 4/12/2025, ia juga menyinggung nilai historis dan spiritual dari beberapa koleksi yang tidak bisa dipindahkan atau diperlakukan sembarangan.
“Barang-barang peninggalan nenek moyang itu tidak sembarang disentuh. Semua ada cara dan etikanya,” jelas Meffi.
Ke depan, Museum NTT berkomitmen mengembangkan diri sebagai pusat rekreasi edukatif, pusat studi dan penelitian, serta ruang inovasi budaya bagi generasi muda.
Meffi menegaskan, museum bukan hanya tempat menyimpan benda-benda purbakala, tetapi pusat pembelajaran sejarah dan seni budaya Nusantara.
Ia berharap dukungan anggaran dan peningkatan SDM menjadi perhatian utama pemerintah, sehingga prestasi sebagai Museum Lestari dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.
“Semoga museum ini bukan hanya tempat koleksi, tetapi pusat pendidikan, penelitian, dan identitas budaya kita. Semua suku di NTT punya representasi di sini,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
