Sementara itu, Bupati TTU, Falentinus Kebo dalam sekapur sirihnya mengatakan, pentahbisan dan peresmian gereja bukan sekadar peresmian sebuah bangunan, tetapi menjadi buah dari iman, pengorbanan, gotong royong, dan kesetiaan umat yang terus menjaga harapan meskipun pembangunan sempat mengalami berbagai tantangan dan terhenti.
Ia menegaskan, pembangunan kehidupan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran bersama gereja, keluarga, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten TTU terus berupaya memberikan perhatian terhadap kehidupan umat dan rumah-rumah ibadah sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.
Bupati Falentinus juga mengajak umat St. Mikhael Bitefa untuk menjadikan gereja yang telah berdiri sebagai awal perjalanan iman yang baru. Gereja harus menjadi tempat tumbuhnya keluarga yang kuat dalam iman, anak-anak yang mengenal Tuhan, generasi muda yang memiliki harapan, serta semangat melayani dan peduli terhadap sesama.
“Rawatlah gereja ini, tetapi lebih dari itu, rawatlah persaudaraan yang telah membuat gereja ini berdiri. Jangan biarkan semangat gotong royong berhenti setelah pembangunan selesai,” pesannya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
