“Kita ingin melihat langsung kondisi riil di lapangan. Pendidikan harus hadir untuk semua, tidak hanya di pusat kota, tetapi juga di pinggiran,” tegasnya.
Mengusung tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Serena menekankan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kolektif.
Ia mengutip pepatah, “it takes a village to raise a child”, yang menurutnya tergambar nyata di Fatukoa.
“Orang tua hadir, tokoh adat hadir, pemerintah hadir, dan anak-anak hadir dengan semangat. Inilah wajah pendidikan yang sesungguhnya, pendidikan yang hidup karena kebersamaan,” katanya.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen untuk berani bertransformasi menghadapi tantangan zaman.
Menurutnya, guru kini bukan lagi satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan fasilitator yang menggerakkan potensi peserta didik. “Anak-anak kita bukan objek, tetapi subjek yang aktif, kreatif, dan berani bermimpi.
Kita harus memberi ruang bagi mereka untuk bertumbuh dan menyampaikan pendapat,” tambahnya.
Festival Budaya Fatukoa yang digelar bersamaan juga menjadi pesan kuat bahwa pendidikan tidak boleh tercerabut dari akar budaya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota mengenakan kain tenun khas Helong sebagai simbol penghormatan terhadap identitas lokal.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
