Melalui forum ini, pemerintah ingin menginventarisasi berbagai persoalan strategis daerah seperti ketahanan pangan dan air, pengembangan energi baru terbarukan, transformasi digital desa, peningkatan mutu layanan kesehatan dan pendidikan, penguatan daya dukung lingkungan hidup, hingga perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
“Musrenbang ini harus mampu menghasilkan program yang inovatif, terukur, realistis, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi pentahelix antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, insan pers, dan masyarakat sebagai kunci utama percepatan pembangunan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Anggota DPD RI NTT Abraham Paul Liyanto, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTT, unsur Forkopimda Provinsi NTT, para Kepala Daerah se-NTT, Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perguruan tinggi, lembaga mitra pembangunan, serta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
