Gubernur menegaskan bahwa pengembangan ekonomi daerah akan diperkuat melalui program OVOP (One Village One Product), OCOP (One Community One Product), dan OSOP (One School One Product).
“Kita ingin produk-produk unggulan daerah tidak berhenti pada produksi bahan mentah saja, tetapi diolah, dipasarkan, dan memiliki nilai tambah. Karena itu kita perkuat pemasaran melalui NTT Mart di 22 kabupaten/kota dan marketplace berbasis digital,” ujarnya.
Prioritas ketiga adalah peningkatan konektivitas dan pemerataan infrastruktur dasar. Sebagai provinsi kepulauan, menurut Melki, konektivitas menjadi kunci pembangunan NTT.
Pemerintah akan fokus pada penguatan transportasi dan logistik antarwilayah, penyediaan air bersih, sanitasi, listrik, perumahan, serta pengembangan kawasan strategis dan wilayah perbatasan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
Prioritas keempat adalah penguatan ketahanan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Pemerintah Provinsi NTT menilai perubahan iklim, krisis air, dan ancaman bencana sebagai tantangan nyata yang harus diantisipasi secara serius.
Karena itu, pembangunan ke depan diarahkan pada penguatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, pengelolaan sampah dan limbah secara berkelanjutan, penguatan ketahanan pangan dan air, serta peningkatan kapasitas daerah dalam menghadapi risiko bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
