Kades Egi menceritakan, Awal setelah dilantik sebagai kades terpilih, para guru paud lama tidak mendekatkan diri untuk melaporkan nama-nama yang sebelumnya mengajar di Paud Puspita dan Lo’otasi Bataran.
“Lalu saya sebagai Kepala Desa terpilih mau terbitkan SK pakai nama siapa, sayakan tidak tau nama guru paud sebelumnya.Kalau Mereka (guru paud lama,red) datang sebelum penetapan anggaran bisa saya terima, tapi saya sudah tetapkan anggaran dan pengangkatan guru paud yang baru,saya tidak berani ganggu anggaran lagi kalo ganggu anggaran saya masuk penjara,” Pungkas Kades Egi
Ketika Wartawan menanyakan apa benar, gegara lawan politik Pilkades lalu kades Rabasahain tidak bayar gaji guru paud?dengan nada tinggi kades Egidius Bria membantah.
“Aiihhh!!!,itu tidak ada,tapi karena meraka desak saya terus mau bayar gaji, akhirnya saya lontarkan.yang saya SKkan itu benar orang-orang pendukung saya, karena ibu mereka (guru paud lama,red) tidak dukung saya akhirnya menghindar.”katanya.
Diakhir Perbincangan Wartawan bersama Kades Egidius Bria menyampaikan bahwa, segala persoalan yang terjadi saat ini adalah bentuk dinamika kehidupan Politik Pilkades sebelumnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
