“GMIT menghargai demokrasi dan hak politik setiap anggota. Keterlibatan GMIT dalam politik adalah untuk memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kebenaran, dan damai sejahtera, bukan kepentingan pasangan atau partai tertentu,” ujar Pdt. Semuel.
Lebih lanjut, Pdt. Semuel mengimbau seluruh jemaat GMIT untuk tetap tenang dan menjalankan hak politik mereka dengan sehat.
Ia menekankan pentingnya menghindari isu SARA yang dapat memicu konflik dan memecah belah persatuan umat. “Mari kita sukseskan Pilkada demi kemajuan NTT dan Indonesia,” pungkasnya.
Dalam menghadapi Pemilu, GMIT terus mengedepankan prinsip-prinsip kebebasan memilih, di mana setiap anggota gereja diharapkan dapat menggunakan hak pilih mereka dengan bijak dan penuh tanggung jawab.
GMIT juga mengingatkan agar isu politik tidak merusak nilai-nilai persatuan dan keadilan yang dianut oleh gereja.
Dengan demikian, informasi yang mengaitkan GMIT dengan tim pemenangan Paslon Paket SIAGA dipastikan tidak benar dan tidak sesuai dengan prinsip netralitas gereja dalam politik. (TIM). (*/TIM)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
