Ialah kandil apimu
Suluh yang tak pernah padam
Memendarkan cahaya
Sejarah di lubuk waktu telah kau baca
Sebagai cermin yang memantul terang
Di genang nadi falsafahmu.
Jalanmu adalah jalan para martir
Yang mempersembahkan satu-satunya kehidupan
Untuk melawan penguasa lalim
Untuk membela
Apa yang diyakini sebagai kebenaran.
Di negeri ini
Engkau telah lahir
Dalam berpuluh-puluh lakon
Lahir sebagai penyambung lidah rakyat
Muasal keberanian
Tak ada yang lebih berharga
Melebihi cintamu pada INDONESIA.
Demikain Puisi ini buat tidak hanya menjadi penghormatan bagi Megawati, tetapi juga mencerminkan semangat perjuangan yang diwariskan oleh Soekarno, sang Proklamator sekaligus ayahnya.
Kehadiran penyair muda di acara ini menambahkan dimensi seni dan budaya yang menguatkan makna kebersamaan serta solidaritas dalam menyikapi berbagai tantangan bangsa.
Semangat kebangsaan dan pengabdian yang tercermin dalam perayaan ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan nilai-nilai kemanusiaan. **
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
