Ia juga menekankan pentingnya langkah preventif seperti konservasi daerah aliran sungai (DAS) dan penguatan kebijakan berbasis lingkungan untuk menghadapi potensi krisis air dalam 10 tahun ke depan.
Wakil Sekretaris Forum, Ani Talan, memaparkan sejumlah aksi nyata yang telah dilakukan bahkan sebelum pengukuhan resmi forum, di antaranya penanaman ratusan pohon di kawasan DAS, pengembangan lubang biopori di 10 kelurahan, serta pembentukan forum kecil penjaga DAS di tingkat masyarakat.
Dari sekitar 270 pohon yang ditanam, tingkat keberhasilan mencapai lebih dari 90 persen. Selain itu, forum juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat terkait konservasi air dan pelaporan kebocoran jaringan air bersih.
“Kami tidak hanya bicara konsep, tetapi sudah bergerak di lapangan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tinggal bagaimana kita memperkuat kolaborasi agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan,” ungkap Ani.
Dalam audiensi tersebut juga disepakati rencana pengukuhan pengurus Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Kota Kupang yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Wali Kota bahkan mengusulkan agar kegiatan pelantikan digelar di Aula Rumah Jabatan sebagai simbol dukungan penuh pemerintah terhadap gerakan ini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
