Lebih lanjut, ia menegaskan kesiapan Pemkot Kupang untuk berkoordinasi dengan OPD teknis terkait guna memanfaatkan lahan-lahan milik Pemkot maupun masyarakat untuk menanam sayuran, buah-buahan, serta peternakan ayam sebagai suplai bahan baku dapur MBG.
“Prinsipnya, kita mendukung. Daripada ada capital flight (uang keluar daerah), lebih baik uang itu berputar di Kota Kupang dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Tenaga Ahli Utama BGN, Mario Vieira, mengapresiasi responsivitas dan semangat Wali Kota Kupang dalam mendukung program MBG.
“Saya sudah berkunjung ke banyak daerah, namun semangat Pak Wali Kota Kupang ini luar biasa. Komitmen beliau terhadap program MBG sangat kuat. Memang beda kalau yang memimpin daerah itu orang muda, pasti lebih semangat dan responsif,” ujar Mario Vieira.
Mario juga menjelaskan bahwa BGN baru saja meninjau pembangunan dapur MBG di Desa Koa, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten TTS.
Desa tersebut termasuk kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), namun tetap mendapatkan perhatian dalam program MBG.
“Kalau Desa Koa saja bisa, tentu Kota Kupang yang bukan daerah 3T akan lebih mampu menyukseskan program MBG ini,” tambahnya.
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang berkomitmen untuk terus mendukung program MBG.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
