Bantuan yang disalurkan meliputi:
Telur sebanyak 50 dos;
Mi instan sebanyak 75 dos;
Minyak goreng sebanyak 50 liter dan 2 dos;
Susu UHT cokelat sebanyak 10 dos;
Perlengkapan bayi sebanyak 10 dos;
Popok/pampers sebanyak 3 dos;
Biskuit Marie Susu sebanyak 4 dos;
Biskuit Marie Manis sebanyak 6 dos;
Tambahan gizi sebanyak 10 dos; dan
Daging rendang sebanyak 2 dos atau sekitar 60 bungkus.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian maupun warga yang terdampak langsung oleh bencana.
Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Ngada terus memperkuat koordinasi dalam penanganan dampak gempa, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, pelayanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, keberlanjutan pendidikan anak, serta percepatan penanganan kerusakan rumah warga dan fasilitas pelayanan umum.
Wagub NTT menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi situasi pascabencana seorang diri. Kehadiran pemerintah, dukungan masyarakat, solidaritas, dan gotong royong seluruh pihak menjadi kekuatan penting dalam membantu warga melewati masa tanggap darurat dan bangkit kembali.
“Pemerintah akan terus bersama masyarakat. Kita bergotong royong dan saling membantu agar masyarakat yang terdampak gempa dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan baik,” pungkas Wagub NTT.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
