“Pilihan media, gaya bahasa, dan sudut pandang narasi harus disesuaikan dengan karakteristik masyarakat sasaran. Penggunaan istilah birokrasi yang rumit perlu disederhanakan agar mudah dipahami publik,” ungkap Riya.
Ia juga mengingatkan ASN agar tetap kritis dan humanis di tengah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta terus mengasah keterampilan praktis seperti penulisan siaran pers, fotografi, dan strategi konten media sosial.
Sementara itu, Director of Knowledge Management SKALA, Vipul Khosla, menegaskan komunikasi pemerintah harus melampaui pesan satu arah dan membangun dialog dua arah yang jujur, tepat waktu, dan transparan.
Kepala Biro Adpim Setda NTT, Yohanes Abrianto Kore, menjelaskan workshop ini diikuti 40 ASN untuk membangun pemahaman bersama, sejalan dengan arahan Gubernur agar setiap perangkat daerah wajib mempublikasikan kegiatan dan program prioritas setiap minggu.
Di hari pertama, para peserta langsung dibekali kemampuan jurnalistik oleh wartawan senior Kompas, Budi Suwarna dan Frans Pati Herin, mulai dari teknik penulisan siaran pers berbasis data hingga praktik simulasi penulisan berita
(*/ran)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
