KR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku pada 2–5 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi BMKG, kondisi tersebut dipengaruhi oleh pola angin di wilayah NTT yang umumnya bertiup dari Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar 10–32 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di sejumlah wilayah perairan, sehingga berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut.
Adapun wilayah yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 1,25–2,5 meter meliputi:
- Selat Sape bagian selatan;
- Selat Alor;
- Selat Sumba bagian barat;
- Laut Sawu;
- Perairan selatan Sumba;
- Perairan utara Sabu–Raijua;
- Perairan selatan Sabu–Raijua;
- Perairan utara Kupang–Rote;
- Selat Pukuafu; dan
- Perairan selatan Timor–Rote.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil.
Perahu nelayan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang juga diminta berhati-hati apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
