Selain korban yang tertimpa reruntuhan, pemerintah juga diminta mengantisipasi penyakit yang muncul akibat masyarakat tinggal dalam waktu lama di tempat pengungsian.
Kondisi pengungsian yang dihuni banyak orang dalam satu lokasi perlu mendapat perhatian dari sisi kebersihan, air, sanitasi, makanan, serta layanan kesehatan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan baru.
Gubernur menegaskan bahwa kebutuhan makan, minum, dan kesehatan merupakan prioritas sebelum pemerintah memasuki tahapan penanganan kerusakan rumah.
*Hunian Sementara Sambil Menunggu Hunian Tetap*
Setelah kebutuhan dasar masyarakat dapat dipastikan, pemerintah baru masuk pada tahapan penanganan rumah yang mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat.
Gubernur menjelaskan, berbagai skema penanganan sudah disiapkan. Namun, pembangunan kembali harus mempertimbangkan kondisi kegempaan dan menunggu situasi dinyatakan aman.
“Semua sudah siap, tetapi kita tahan sampai gempa selesai dulu. Semua baru bisa jalan setelah gempa dinyatakan berakhir,” jelasnya.
Sambil menunggu pembangunan hunian tetap, pemerintah akan menyiapkan hunian sementara bagi masyarakat yang rumahnya tidak lagi layak ditempati.
Menurut Gubernur, masyarakat tidak boleh terlalu lama tinggal di tenda pengungsian karena kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap kesehatan dan kehidupan sosial mereka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
