Ia juga berharap agar gedung gereja ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan meminta jemaat untuk senantiasa mendoakan tokoh gereja maupun pemerintah.
Gubernur juga menyoroti sosok Andreas Sofiandi sebagai panutan dalam membangun rumah ibadah lintas agama, baik gereja Kristen Protestan, Katolik, maupun masjid.
Andreas Sofiandi sendiri mengisahkan perjalanan pelayanannya di NTT yang berawal dari berbagai kesaksian dan permintaan bantuan dari para rohaniwan lintas agama.
“Saya pernah ke Malaka dan melihat sebuah gereja yang penuh lumpur karena bangunannya lebih rendah dari jalan. Berkat bantuan teman saya, Pak Charles, gereja itu akhirnya dibangun ulang dan kini dapat menampung hingga seribu jemaat,” kisah Andreas.
Ia juga telah membantu pembangunan gereja di Ruteng, Ende, dan beberapa daerah lainnya. Gereja yang dibantu olehnya memiliki ciri khas sirkulasi udara yang baik serta fasilitas yang mendukung kenyamanan jemaat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga menambahkan bahwa pembangunan gereja harus dimanfaatkan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pengembangan sumber daya jemaat melalui pendidikan berkarakter Yesus dan pelayanan sosial bagi masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
