*Kendalikan Hama (OPT)*
Perubahan cuaca yang tidak menentu memicu Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). BMKG meminta petani meningkatkan pengendalian hama sejak awal.
*Hemat Air dan Perbanyak Tampungan*
BMKG mengimbau petani dan rumah tangga untuk menambah kapasitas tampung air hujan, hemat air, dan pemerintah daerah diminta mengidentifikasi cekungan air tanah dan sumur bor.
*Waspada Kekeringan dan Banjir Susulan*
Saat ini 556 ZOM atau 61,91% wilayah Indonesia masih kemarau, dengan Hari Tanpa Hujan terpanjang 131 hari di Bantul. Setelah hujan mundur, puncak hujan di NTT diprediksi Januari-Februari 2027 dengan potensi banjir dan longsor.
“Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diimbau mengoptimalkan pengelolaan drainase dan konservasi air secara berkelanjutan,” kata Faisal.
Dengan 5 langkah ini, petani NTT diharapkan tetap bisa panen meski musim hujan mundur akibat El Nino sangat kuat dengan anomali suhu muka laut +2,63.
(*/ran)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
