2. Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR):
Inilah yang paling relevan dengan Mama Vallo. Program penyediaan pembiayaan yang mudah dan berbiaya rendah untuk melindungi masyarakat serta pelaku usaha kecil dari jeratan rentenir.
3. Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR): Mendorong budaya menabung sejak dini bagi pelajar melalui kepemilikan rekening tabungan.
4. Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif): Perluasan akses layanan perbankan melalui agen keuangan di berbagai desa dan wilayah terpencil.
5. Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas (KPSP): Pembiayaan tematik yang disesuaikan dengan komoditas unggulan daerah masing-masing seperti klaster pertanian, perikanan, atau perkebunan.
Secara nasional, PR literasi itu tercermin dari data pembiayaan. Laporan OJK Semester I 2026 mencatat total pembiayaan UMKM hingga Juli 2026 mencapai Rp 1.949 triliun, tumbuh 3,09 persen. Namun, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat literasi keuangan nasional baru 65,43 persen.
Artinya, pembiayaan besar sudah ada, tapi masih banyak pelaku usaha seperti Mama Vallo yang belum tersentuh KPMR karena takut dan tidak tahu cara pisah dompet.
“Kalau ada pendampingan cara catat keuangan, saya mau ikut. Biar usaha ini bisa tetap hidup,” kata Mama Vallo.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
