Ia mencontohkan produktivitas jagung yang saat ini berada di kisaran 2,6 ton per hektare. Jika mampu ditingkatkan menjadi 4 ton per hektare, maka akan terjadi lonjakan produktivitas yang signifikan.
“Kalau peningkatan itu dilakukan secara luas, dampaknya akan sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” demikian penegasan Rachmat dalam pertemuan tersebut.
Selain pertanian, Menteri PPN/Kepala Bappenas juga mendorong penguatan hilirisasi komoditas lokal NTT. Menurutnya, hilirisasi tidak selalu harus dimulai melalui pembangunan industri berskala besar. Pengolahan sederhana yang mampu meningkatkan nilai tambah produk masyarakat juga menjadi langkah penting.
Komoditas seperti ikan, daging, cokelat hingga berbagai hasil pertanian lokal dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pengolahan yang memberikan nilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat.
Dalam kaitan dengan pengendalian inflasi, Rachmat juga mendorong pemerintah memanfaatkan data BPS untuk merumuskan intervensi yang tepat sasaran.
Ia mencontohkan fluktuasi harga ikan yang dapat diantisipasi melalui penguatan koperasi nelayan, penyediaan pabrik es serta pembangunan fasilitas cold storage. Dengan penguatan sistem tersebut, pasokan ikan dapat lebih terjaga dan harga di pasaran menjadi lebih stabil.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
