“Acara Imlek ini sudah kami buat sejak 10 tahun lalu. Saat itu banyak sekali masyarakat Kota Kupang yang suka,” ujar Helen Antonius.
Helen menambahkan bahwa tujuan utama dari perayaan ini adalah memperkenalkan budaya Tionghoa kepada masyarakat luas.
“Karena budaya kita ini banyak sekali. Jadi kami ingin perkenalkan budaya kami kepada saudara semua,” tambahnya.
Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto menekankan bahwa Imlek bukan sekadar perayaan tahun baru bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga merupakan bagian dari keberagaman budaya Indonesia.
“Imlek bukan saja merayakan tahun baru Tionghoa, tapi menambah khasanah bagi kita orang Indonesia dan NTT. Tadi kita lihat tarian dibawa oleh kita orang Kupang, dan saya apresiasi toko NAM untuk hal ini,” ujarnya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Kupang, Linus Lusi, memberikan apresiasi kepada komunitas Tionghoa yang telah berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Kota Kupang.
“Atas nama segenap warga Kota Kupang, saya menyampaikan Selamat Tahun Baru Imlek untuk Bapak/Ibu, Saudara/Saudari yang merayakan,” ujar Linus Lusi.
Ketua Paguyuban Marga Tionghoa Seluruh Indonesia (PMTSI) NTT, Hengky Liyanto, mengajak seluruh masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, terutama di tengah berbagai ramalan yang muncul di tahun Ular Kayu ini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
