Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong peningkatan hasil produksi pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan pendekatan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memaparkan tujuh pilar pembangunan NTT, yakni ekonomi berkelanjutan, tata kelola pemerintahan yang baik, pembangunan infrastruktur fisik dan digital, kesehatan, pendidikan, reformasi birokrasi dan hukum, serta kolaborasi multipihak. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menggerakkan pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya pendekatan ekonomi restoratif berbasis desa melalui penguatan ekosistem produksi, pengolahan, pemasaran, hingga akses pembiayaan.
Ia menilai selama ini hasil produksi masyarakat di desa belum terkoneksi dengan baik ke pasar sehingga potensi ekonomi lokal belum berkembang maksimal.
“Yang dibutuhkan bukan sekadar program, tetapi ekosistem ekonomi yang terintegrasi dari desa ke pasar,” jelasnya.
Selain itu, Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi NTT juga mengembangkan program One School One Product melalui penguatan produksi karya siswa SMA dan SMK yang dipasarkan melalui NTT Mart. Produk yang dihasilkan meliputi kuliner, kriya, hingga teknologi tepat guna.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
