“Kalau uang miliaran itu hanya untuk tali rafia, bayar polisi, atau biaya ojek pendamping, lalu kapan uang itu kembali? Pemerintah harus berani bertanggung jawab,” tambahnya.
Yohanes juga mengingatkan agar pemerintah lebih bijak dalam penggunaan APBD.
Menurutnya, akan lebih bermanfaat jika dana miliaran tersebut digunakan untuk memperbaiki infrastruktur dasar pariwisata seperti jalan, listrik di destinasi wisata, dan fasilitas umum.
“Daripada menghabiskan miliaran untuk Tour de NTT yang belum jelas dampaknya, lebih baik fokus memperbaiki jalan rusak dan mendukung spot wisata yang memang ramai dikunjungi,” pungkasnya.
Pernyataan tegas Yohanes Rumat ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap kebijakan pemerintah provinsi.
Demikian Ia menegaskan, tanpa evaluasi dan transparansi, Tour de NTT dikhawatirkan hanya menjadi imajinasi besar tanpa manfaat nyata bagi masyarakat NTT.
Reporter: HN/TIm
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
