KR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah semata.
Menurutnya, kebijakan yang hanya mengejar angka pendapatan berpotensi menambah beban masyarakat.
Dalam cuplikan video yang beredar di media sosial, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa fokus seorang pemimpin seharusnya adalah menciptakan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar mengejar target penerimaan.
“Pemimpin jangan hanya di otak berpikir tentang pendapatan. Kalau pemimpin hanya berpikir tentang pendapatan, maka setiap waktu yang ada di pikirannya hanyalah bagaimana meningkatkan angka,” ujar Dedi.
Ia menjelaskan, pola pikir seperti itu dapat mendorong pemerintah mengambil kebijakan dengan menaikkan berbagai jenis pajak atau pungutan.
Akibatnya, beban yang harus ditanggung masyarakat akan semakin berat.
“Pada akhirnya angka pajak ditingkatkan, sehingga bebannya masyarakat semakin tinggi. Bukankah itu seorang pemimpin,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan daerah, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, menjaga keseimbangan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
