Pertamina juga menyalurkan bantuan mesin pencacah dan penggiling rumput laut untuk meningkatkan efisiensi produksi serta memperluas ragam olahan yang bisa dipasarkan.
Integrated Terminal Manager Tenau, Rachmad Apandi, menegaskan bahwa Nona Nori merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian ekonomi sekaligus menjaga kelestarian pesisir.
“Desa Tablolong memiliki rumput laut food grade terbaik di NTT. Melalui Nona Nori, kami ingin membantu nelayan mengoptimalkan potensi ini sebagai sumber penghasilan berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya.
Kepala Desa Tablolong, Zet A. M. Nggadas, mengapresiasi kontribusi Pertamina.
“Bantuan pelatihan, edukasi, dan peralatan sangat membantu nelayan kami. Semoga kerja sama ini terus berjalan agar Tablolong semakin maju,” katanya.
Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menambahkan bahwa Nona Nori bukan hanya program ekonomi, tapi juga sosial dan lingkungan.
“Potensi besar Tablolong harus dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat dan dilestarikan untuk generasi mendatang. Kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah adalah kunci keberhasilan,” jelas Ahad.
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melalui IT Tenau berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kelompok masyarakat, dan mitra strategis demi keberlanjutan program.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
