-
Menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan lebat disertai kilat dan petir.
-
Tidak berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan deras.
-
Menjaga barang-barang berharga dan kendaraan agar tidak terendam banjir.
-
Mengamankan peralatan rumah tangga serta atap bangunan dari potensi angin kencang.
“Informasi peringatan dini bersifat sementara dan dapat diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer. Karena itu, masyarakat perlu memantau informasi resmi melalui website, aplikasi, atau media sosial BMKG,” tambah pihak BMKG NTT.
Selain Kecamatan Macang Pacar dan Boleng, BMKG menegaskan bahwa wilayah Kuwus, Sano Nggoang, Komodo, Welak, serta Mbeliling juga patut meningkatkan kewaspadaan.
Menurut analisis BMKG, fenomena cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer regional di wilayah NTT yang masih cukup aktif.
Adanya konvergensi angin dan suhu muka laut hangat di sekitar perairan NTT turut memicu pertumbuhan awan hujan yang signifikan.
“Musim peralihan dan dinamika atmosfer dapat memicu terjadinya hujan lebat dalam waktu singkat. Masyarakat perlu lebih waspada terutama pada sore hingga malam hari,” ungkap mereka.
BMKG memprediksi kondisi serupa masih mungkin terjadi di beberapa wilayah NTT dalam beberapa hari ke depan.
Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama masyarakat diimbau untuk memperkuat koordinasi mitigasi bencana.
Meski peringatan dini ini menimbulkan kekhawatiran, BMKG menegaskan bahwa langkah paling penting adalah tetap tenang namun siaga.
Informasi cuaca yang cepat, akurat, dan terpercaya akan membantu masyarakat mengambil keputusan dengan bijak.
Reporter: DK
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
