Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi program penanaman pohon dan kebun persemaian yang digagas REI, serta menghargai para developer yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan kualitas rumah.
Dalam diskusi tersebut, Bobby Lianto menyampaikan beberapa pandangan terkait tantangan yang dihadapi oleh developer, khususnya di NTT.
Di antaranya adalah masalah kawasan hutan yang tumpang tindih dengan kawasan perumahan yang telah memiliki sertifikat dan lama terbangun.
“Fenomena ini menghambat kelancaran program 3 juta rumah di NTT, dengan lebih dari lima developer yang terpengaruh oleh masalah lahan tersebut,” ungkap Ketua Kadin NTT.
Selain itu, Bobby juga menyoroti isu tanah di zona R3 yang seharusnya masuk dalam kategori pemukiman, namun masih memiliki status sertifikat Redis, yang proses balik nama atau penggantian sertifikatnya memakan waktu lama.
Bobby Lianto berharap agar kebijakan percepatan pembangunan 3 juta rumah dapat mempertimbangkan solusi untuk masalah ini, guna mendukung kelancaran program dan memastikan keberlanjutan sektor properti, baik di NTT maupun di seluruh Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
