Pada 27 Januari 2025, intensitas hujan di Kota Kupang mencapai 155 mm, yang sudah masuk kategori hujan sangat lebat,” ungkap Rahmattulloh.
BMKG memprediksi bahwa kondisi cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga 3 Februari 2025, dengan potensi perpanjangan apabila situasi masih belum stabil.
Selain itu, NTT juga berisiko mengalami pembentukan siklon tropis, yang biasanya terjadi antara November hingga April.
Rahmattulloh mengingatkan bahwa potensi pembentukan siklon tropis dapat berdampak pada cuaca ekstrem, termasuk hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi.
“Kami terus memantau perkembangan bibit siklon yang mungkin tumbuh di selatan NTT atau utara Australia, mengingat pengalaman Siklon Tropis Seroja pada April 2021 yang menimbulkan dampak besar di wilayah ini,” tambahnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan mengikuti informasi terbaru dari BMKG serta pemerintah daerah.**
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
