Namun, durasi musim hujan diprediksi lebih pendek dari biasanya di 482 ZOM atau 51,90 persen wilayah. BMKG mengingatkan, durasi pendek dengan puncak yang terkonsentrasi berpotensi memicu bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan longsor, terutama di daerah dengan topografi curam di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Pemerintah daerah dan petani di NTT diminta menyesuaikan pola tanam dengan prediksi ini dan meningkatkan kewaspadaan saat memasuki puncak musim hujan Desember-Januari.
(*/ran/ *sumber: YouTube kompas tv dengan judul: Breaking News: konpers BMKG soal prediksi musim hujan 2026/2027)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
