Sementara itu, Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, menyoroti pentingnya peran Surabaya sebagai jalur dagang utama.
“Surabaya merupakan titik distribusi penting untuk barang-barang yang masuk ke hampir seluruh wilayah NTT. Dengan forum seperti ini, potensi dagang dapat ditingkatkan dengan efisiensi logistik yang lebih baik dan kemitraan yang strategis,” katanya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah NTT, Agus Sistyo Widjajati, menyampaikan bahwa secara geografis, NTT adalah wilayah yang sangat strategis, karena berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.
“Hal ini menjadikan NTT sebagai pintu ekspor potensial ke pasar internasional di Asia Tenggara, khususnya untuk produk-produk pertanian dan peternakan,” ungkap Agus.
Ia menambahkan bahwa kegiatan forum bisnis ini tidak hanya tentang investasi, tetapi juga merupakan upaya Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah timur Indonesia, terutama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi lokal berbasis sumber daya alam setempat.
Forum bisnis ini ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara sejumlah pihak yang menjadi momen penting bagi penguatan kerja sama sektor riil antar daerah.
MoU pertama dilakukan antara KADIN NTT dengan PT Bumi Biru, perusahaan yang akan berinvestasi di sektor peternakan di NTT.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
