Dari situlah terlihat, Bintang LVRI di dada Johni bukan tentang masa lalu, melainkan tentang hari ini. Tentang bagaimana seorang pemimpin di NTT harus terus belajar melayani, bahkan ketika risiko itu nyata.
*Penghargaan Bukan Garis Finish*
Menutup sambutannya, Wagub Johni menegaskan, penghargaan ini bukan tanda berakhirnya perjuangan.
Justru sebaliknya. Ini adalah pengingat bahwa tugas generasi sekarang jauh lebih berat: bukan lagi mengusir penjajah dengan senjata, tetapi mengusir kemiskinan, kebodohan, dan perpecahan dengan kerja keras dan kejujuran.
Sementara Kapolda NTT Rudy Darmoko yang menerima penghargaan yang sama, menyebut Bintang LVRI sebagai energi baru bagi Polri di NTT.
“Terima kasih LVRI. Ini dorongan untuk kami agar terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,” kata Rudy singkat.
Di luar aula, para veteran berfoto bersama. Beberapa memakai baret merah yang sudah pudar, beberapa memakai tongkat. Mereka berjabat tangan dengan Johni dan Rudy.
Di dada Johni, bintang itu berkilau. Tapi di matanya, terlihat beban. Beban untuk memastikan bahwa bintang itu tidak berhenti sebagai aksesori seragam, melainkan hidup dalam setiap kebijakan yang ia buat untuk NTT.
Karena pada akhirnya, seperti kata Johni, seragam akan berganti. Jabatan akan selesai. Namun jiwa pengabdian, tidak boleh mati.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
