Aula Mapolda NTT menjadi saksi bisu peralihan itu. Jika dua tahun lalu Johni Asadoma berdiri di tempat yang sama sebagai orang nomor satu di Kepolisian NTT, memberi komando kepada ribuan personel Bhayangkara, hari ini ia kembali, dengan posisi yang berbeda.
Ia datang sebagai Wakil Gubernur. Pakaian dinasnya bukan lagi cokelat, melainkan khaki pemerintahan. Namun tatapan para anggota dan para veteran yang hadir, tetap sama: hormat.
Ketua Umum DPP LVRI, Jenderal TNI (Purn) H.B.L Mantiri, yang menyematkan langsung Bintang LVRI itu menegaskan, penghargaan ini tidak diberikan sembarangan.
“Bintang ini adalah amanat moral. Kami berikan kepada mereka yang kami nilai tidak pernah putus menjaga NKRI, dari jabatan apapun,” kata Mantiri.
Kalimat itu seperti ditujukan khusus kepada Johni. Seorang prajurit yang pindah medan tempur, dari menjaga keamanan, menjadi menjaga kebijakan.
*Seragam Berganti, Jiwa Tetap Sama*
Saat diminta berbicara, Johni tidak berpidato panjang. Ia hanya mengucapkan satu kalimat yang kemudian dikutip banyak staf dan wartawan yang hadir, dan menjadi judul berita ini.
“Jabatan boleh berbeda, seragam boleh berganti, tetapi jiwa pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara tidak boleh berubah, tidak boleh mati,” tegasnya dengan suara pelan namun tegas.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
