“Program seperti ini harus didukung pemerintah pusat, dan bila perlu dimasukkan ke dalam RUU agar ada plot anggaran yang berkelanjutan.”
“Persoalan stunting dan kemiskinan tidak bisa selesai hanya dengan program satu tahun. Ini harus menjadi kebijakan jangka panjang yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sebagai wakil rakyat asal NTT, Anita Jacoba Gah berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat NTT.
Ia berharap program GENTASKIN yang digagas melalui KPT Kosabangsa jadi kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan DPR RI dalam menciptakan solusi konkret.
“Saya berharap program ini menjadi pintu masuk bagi berbagai kebijakan pusat untuk NTT.”
“Jika semua elemen bersinergi, saya yakin angka stunting bisa ditekan, kemiskinan bisa dikurangi, bahkan di masa mendatang kita bisa mewujudkan NTT bebas stunting dan kemiskinan,” ungkap Anita dengan penuh optimisme.
Dalam kesempatan yang sama, Anita juga mengapresiasi peran aktif perguruan tinggi di NTT yang terlibat dalam KPT Kosabangsa dan KKN Tematik GENTASKIN.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan ilmiah untuk menghasilkan inovasi berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
